Ketika saya berjuang untuk mengejar mimpi untuk masuk Institut Teknologi Bandung, saya mengikuti Ujian Saringan Masuk ITB atau dikenal sebagai USM ITB pada tahun 2010 (sekarang sudah tidak ada). Dalam Ujian Saringan Masuk ITB terdapat tes psikotes dan tes kemampuan akademik. Berikut ini merupakan karangan sebagai salah satu tes psikotes mengenai ketertarikan terhadap jurusan pilihan. Saat itu saya masih sangat bermimpi untuk masuk jurusan Arsitektur ITB.
Saya sangat tertarik
terhadap studi arsitektur. Sejak kecil saya sudah hobi menggambar dan
rancang-merancang. Kemudian saya berpikir untuk mengembangkan hobi saya dalam
bidang keilmuan. Hasilnya, studi arsitektur yang menjadi pilihan saya untuk
melanjutkan pendidikan. Selanjutnya saya memiliki hasrat untuk mengembangkan
dunia arsitektur di Indonesia
ke tingkat yang lebih tinggi lagi.
Ketertarikan saya pada
menggambar dimulai dari membaca komik Jepang (manga). Ketika itu, saya juga
mulai berpikir tentang pendidikan di masa depan. Kemudian saya tertarik melihat
bangunan-bangunan unik dan merasa kagum terhadap dunia arsitektur. Akhirnya,
saya ingin mempelajari lebih jauh lagi mengenai studi arsitektur. Saya sadar
studi arsitektur tidak hanya sekadar perancangan belaka dan saya siap untuk
mempelajari materi yang berkaitan dengan studi arsitektur.
Sekolah Arsitektur,
Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan ITB memiliki segala aspek yang saya
perlukan untuk mendalami dunia arsitektur. Saya terutama ingin mendalami studi
Perancangan Arsitektur. Selain memperoleh pengetahuan terkait studi arsitektur,
saya yakin studi di ITB dapat memperkaya wawasan saya. Saya memiliki sebuah
impian yaitu dapat membuat bangunan unik yang akan menjadi salah satu ciri khas
Indonesia.
Dengan SAPPK ITB, saya berharap dapat lebih dekat pada pencapaian impian saya.
Setelah saya lulus kuliah
saya ingin menjadi Arsitek profesional. Dalam 6 tahun dari sekarang saya
berencana untuk melanjutkan studi di “AA School of Architecture’’, Inggris dan
mengambil graduate program ”Sustainable Environmental Design’’. Setelah
mendalami pendidikan lebih lanjut, saya akan kembali ke Indonesia dan berencana untuk memberi warna pada
dunia arsitektur Indonesia.
Semoga apa yang saya dapatkan saat melanjutkan pendidikan dapat memperkaya
khazanah arsitektur Indonesia
di masa yang akan datang.
Kurang lebih begitulah karangan yang saya tulis ketika Ujian. Alhamdulillah, kemudian saya berhasil mencapai mimpi saya untuk masuk SAPPK ITB, yang didalamnya terdapat jurusan Arsitektur dan jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota. Namun, mimpi saya untuk masuk jurusan Arsitektur ketika SMA dulu tidak tercapai, karena saya pada akhirnya saya masuk Perencanaan Wilayah dan Kota. Namun hal itu bukan berarti saya gagal, melainkan menemukan mimpi yang baru lagi. Ternyata saya lebih merasa mimpi saya lebih bisa dicapai melalui jurusan PWK. Ternyata bila ditelusuri lagi mimpi-mimpi itu tidak sepenuhnya saklek dari kita kecil sampe dewasa, namun mimpi kita akan terus berevolusi. Seiring berjalannya waktu dan menjalani kegiatan kita pun pada akhirnya menemukan mimpi-mimpi (baik kecil maupun besar) untuk kehidupan kita. Jadi jangan pernah berhenti bermimpi karena dengan mimpi itulah kita punya motivasi untuk melakukan sesuatu dan berusaha untuk mencapainya :D