February 26, 2014

Talk about Interest


I have always been interested in public administration and public policy, because it has power to create idea for solving problems and can be instrument to change people’s behavior in institutional system. At 6th semester, I applied for an internship at Skha Consulting. I’m interested for a project that offer for internship about “Development Strategy of National Social Security System” and “Working Procedure of Local Government”. And Finally, through the interview test I was accepted to work at there in “Development Strategy of National Social Security System” Project and “Study of Formation Holding Company in Bandung” . In this experience I would like to share what I learned about 3-4 months there.

Skha Consulting is management consulting who have projects from local government to making the idea for solving problems in Bandung with many projects related. In Skha Consulting we have to think different to make solutions that make things right in addition to make Bandung as World Class City. We have to make strategy to decreasing the gap between existing Bandung with the goal for Bandung as World Class City. In my project, SJSN (National Social Security System) has been known will be implemented on January 2014 and will form new mechanism related social security that impact people in Indonesia, without exception Bandung. Therefore we formed a strategy to anticipate these things so that National Social Security System can work well in Bandung.

We did brainstorming and discussing about how can we develop the strategy of national security system in Bandung. There are five steps in this activity: preparation, regulatory review, data collecting, data analysis, and making recommendations.In this study, we have to discuss with other people that related to social security system. We have to present the result to the local government in Bandung and output in this study is formal document that will be implemented. But, because of the government bureaucracy in Bandung, Skha Consulting can’t continue the national social security system project. In the auction process, Skha Consulting fail to get the project. Because of that, I learned that to do something that we think is right is not easy as we planned. We have to face the truth about the system in the world especially institutional system can change people’s behavior.

Through this experience, I know that changing a system that is not easy like turning hand. To change the behavior, we need to know what steps should be done in changing the value systems that exist in humans. If it is difficult to change the value system in a short time, then we can change the system through a technical rational approach that can be accepted by the public. To change the system we can perform technical interventions to ultimately give an impact to change the value system. The big change started from changing small things, like people are sayinga big step starts from a small step”.


July 25, 2013

Flashback

Sedikit bernostalgia mengenai mimpi saat-saat SMA hehehe
Ketika saya berjuang untuk mengejar mimpi untuk masuk Institut Teknologi Bandung, saya mengikuti Ujian Saringan Masuk ITB atau dikenal sebagai USM ITB pada tahun 2010 (sekarang sudah tidak ada). Dalam Ujian Saringan Masuk ITB terdapat tes psikotes dan tes kemampuan akademik.  Berikut ini merupakan karangan sebagai salah satu tes psikotes mengenai ketertarikan terhadap jurusan pilihan. Saat itu saya masih sangat bermimpi untuk masuk jurusan Arsitektur ITB.



Saya sangat tertarik terhadap studi arsitektur. Sejak kecil saya sudah hobi menggambar dan rancang-merancang. Kemudian saya berpikir untuk mengembangkan hobi saya dalam bidang keilmuan. Hasilnya, studi arsitektur yang menjadi pilihan saya untuk melanjutkan pendidikan. Selanjutnya saya memiliki hasrat untuk mengembangkan dunia arsitektur di Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi lagi.

Ketertarikan saya pada menggambar dimulai dari membaca komik Jepang (manga). Ketika itu, saya juga mulai berpikir tentang pendidikan di masa depan. Kemudian saya tertarik melihat bangunan-bangunan unik dan merasa kagum terhadap dunia arsitektur. Akhirnya, saya ingin mempelajari lebih jauh lagi mengenai studi arsitektur. Saya sadar studi arsitektur tidak hanya sekadar perancangan belaka dan saya siap untuk mempelajari materi yang berkaitan dengan studi arsitektur.

Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan ITB memiliki segala aspek yang saya perlukan untuk mendalami dunia arsitektur. Saya terutama ingin mendalami studi Perancangan Arsitektur. Selain memperoleh pengetahuan terkait studi arsitektur, saya yakin studi di ITB dapat memperkaya wawasan saya. Saya memiliki sebuah impian yaitu dapat membuat bangunan unik yang akan menjadi salah satu ciri khas Indonesia. Dengan SAPPK ITB, saya berharap dapat lebih dekat pada pencapaian impian saya.

Setelah saya lulus kuliah saya ingin menjadi Arsitek profesional. Dalam 6 tahun dari sekarang saya berencana untuk melanjutkan studi di “AA School of Architecture’’, Inggris dan mengambil graduate program ”Sustainable Environmental Design’’. Setelah mendalami pendidikan lebih lanjut, saya akan kembali ke Indonesia dan berencana untuk memberi warna pada dunia arsitektur Indonesia. Semoga apa yang saya dapatkan saat melanjutkan pendidikan dapat memperkaya khazanah arsitektur Indonesia di masa yang akan datang.


Kurang lebih begitulah karangan yang saya tulis ketika Ujian. Alhamdulillah, kemudian saya berhasil mencapai mimpi saya untuk masuk SAPPK ITB, yang didalamnya terdapat jurusan Arsitektur dan jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota. Namun, mimpi saya untuk masuk jurusan Arsitektur ketika SMA dulu tidak tercapai, karena saya pada akhirnya saya  masuk Perencanaan Wilayah dan Kota. Namun hal itu bukan berarti saya gagal, melainkan menemukan mimpi yang baru lagi. Ternyata saya lebih merasa mimpi saya lebih bisa dicapai melalui jurusan PWK. Ternyata bila ditelusuri lagi mimpi-mimpi itu tidak sepenuhnya saklek dari kita kecil sampe dewasa, namun mimpi kita akan terus berevolusi. Seiring berjalannya waktu dan menjalani kegiatan kita pun pada akhirnya menemukan mimpi-mimpi (baik kecil maupun besar) untuk kehidupan kita. Jadi jangan pernah berhenti bermimpi karena dengan mimpi itulah kita punya motivasi untuk melakukan sesuatu dan berusaha untuk mencapainya :D 


 

January 1, 2013

Tanggung Jawab vs Kapasitas

Banyak yang berpikiran bahwa mengambil tanggung jawab akan sesuatu itu hal yang baik, namun ada juga yang berpikiran bahwa hal itu tidak baik. Kenapa?


Tanggung jawab hal yang baik
Dalam berkegiatan terutama dalam berorganisasi, kita selalu berhubungan dengan orang lain dan menjalani peran dan posisi masing-masing. Potensi setiap individu berbeda-beda sehingga posisi dan peran yang dijalani pun berbeda. Orang yang berani mengambil tanggung jawab lebih akan memiliki potensi yang lebih baik dibandingkan orang yang sudah nyaman dengan zona-nya. Dengan berani keluar dari zona nyaman, maka skill yang dimiliki akan semakin terasah dan pengalaman yang dimiliki akan lebih banyak. Ada sebuah quotes yang mengatakan "THE PRICE OF GREATNESS IS RESPONSIBILITY -Winston Churcil-"


Tanggung jawab hal yang tidak baik
Setiap orang memiliki potensi masing-masing yang berbeda. Dalam mengambil tanggung jawab kita perlu memperhatikan kapasitas diri kita untuk menjalaninya. Dengan secara mudah mengambil tanggung jawab A-Z tanpa melihat kapasitas diri, maka hanya akan membuat diri kita kesulitan dan menghadapi banyak masalah. Mengambil tanggung jawab yang besar tapi kita tidak mampu sama saja dengan menjalani hal yang sia-sia sehingga tidak akan mendapatkan manfaat yang besar


Tanggung jawab berkaitan dengan potensi dan kapasitas diri setiap individu. Hal ini dapat dilihat dari tingginya kapasitas atau kemampuan seseorang akan membawanya ke tanggung jawab yang besar pula. Seperti quotes yang ada pada sebuah film yang mengatakan "WITH GREAT POWER, COMES GREAT RESPONSIBILITY -Spider-Man-". Namun tanggung jawab yang besar tidak hanya untuk orang-orang yang memiliki potensi besar saja, tetapi orang-orang yang berani untuk keluar dari zona nyamannya dan ingin mendapatkan pembelajaran besar dapat mengambil tanggung jawab besar pula. Walaupun kapasitasnya belum pasti berhasil dalam menjalankan tugas, namun banyak manfaat dan pembelajaran dari setiap tanggung jawab. Kegagalan merupakan salah satu pembelajaran juga yang dapat diambil sehingga kedepannya bisa menjadi lebih baik lagi.

Dalam kehidupan kemahasiswaan yang belum bersentuhan dengan dunia nyata, beranilah untuk mengambil tanggung jawab dalam berkegiatan. Jangan hanya berpuas diri dengan apa yang dimiliki sekarang dengan zona nyaman yang ada. Terus belajar dan terus mencari pembelajaran sebanyak-banyaknya. GAGAL? SO WHAT! berarti kita tidak akan mengulangi kegagalan tersebut untuk kedua kalinya dan akan menjadi bekal dalam berkegiatan di dunia nyata nantinya. Besarnya manfaat yang akan kita dapatkan tergantung usaha kita dalam menjalani semua kegiatan yang ada, maka berusahalah sebaik-baiknya sehingga tidak ada penyesalan dalam kehidupan. Seperti quotes yang dikatakan oleh Albert Einstein, 

"WE HAVE TO DO THE BEST WE CAN. 
THIS IS OUR SACRED HUMAN RESPONSIBILITY"  



September 29, 2012

Aplikasi Konsep Green Transportation dalam kehidupan Sehari-hari

             Seiring perkembangan zaman dan teknologi, mobilitas dan kegiatan masyarakat semakin bertambah, terutama di daerah perkotaan. Transportasi memegang satu peranan penting dalam mobilitas masyarakat untuk berkegiatan. Saat ini kemacetan di daerah-daerah kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan sekitarnya semakin parah. Arus kendaraan yang memenuhi jalan raya semakin padat dan juga meningkat pada saat menjelang lebaran. Aktivitas transportasi tersebut berkaitan erat dengan energi yang dikeluarkan. Dari laporan Worldwatch Institute terungkap, sistem transportasi adalah sumber emisi gas rumah kaca utama. Jumlah emisi dari sistem transportasi diperkirakan akan naik 300% pada 2050. Saat ini, sektor transportasi menyumbang 80% polutan udara berbahaya yang menyebabkan 1,3 juta kematian prematur setiap tahun.
          Saat ini diperlukan solusi yang cukup efektif untuk mengatasi permasalahan transportasi di perkotaan. Salah satu solusi yang dapat dipertimbangkan yaitu menciptakan sistem transportasi berkelanjutan atau biasa disebut “Green Transportation”. Dengan terciptanya Green Transportation diharapkan dapat mengurangi besarnya pemakaian energi terutama oleh kendaraan pribadi. Di Indonesia, masyarakat perkotaan masih memilih menggunakan kendaraan pribadi dibandingkan dengan kendaraan umum dengan berbagai pertimbangan yang dimiliki. Pada dasarnya yang paling berperan besar untuk terealisasinya Green Transportation adalah kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Untuk mengurangi besarnya pemakaian kendaraan pribadi, dapat dikeluarkan kebijakan seperti menaikkan tarif tol atau tarif parkir untuk kendaraan pribadi serta meningkatkan kualitas transportasi umum. Tujuannya adalah agar masyarakat membiasakan diri untuk menggunakan transportasi umum sehingga dapat mengurangi kemacetan serta penggunaan energi dari tingginya volume kendaraan.
          Namun, sebagai masyarakat kita tidak boleh lepas tangan dengan permasalahan transportasi yang ada dan belum dapat terselesaikan hingga saat ini. Masyarakat memiliki peran yang tidak kalah penting dengan pemerintah karena masyarakat di sini sebagai pelaku yang menjalankan konsep Green Transportation. Kesadaran dan kepedulian masyarakat akan permasalahan transportasi diperlukan demi terealisasinya konsep Green Transportation. Tidak banyak orang yang mengerti mengenai konsep Green Transportation. Salah satu sosok yang sudah tidak asing dengan konsep Green Transportation  yaitu masyarakat berpendidikan tinggi contohnya mahasiswa.
Mahasiswa memiliki potensi yang cukup besar dalam menjalankan konsep Green Transportation dalam kehidupan sehari-hari. Yang pertama yaitu mahasiswa membiasakan diri untuk menggunakan transportasi umum, jalan kaki, atau kendaraan ramah lingkungan seperti sepeda untuk berkegiatan dibandingkan dengan menggunakan kendaraan bermotor. Yang kedua yaitu mengadakan kampanye-kampanye kecil untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya Green Transportation untuk keberlangsungan hidup di masa yang akan datang. Yang ketiga yaitu mengadakan kegiatan seperti acara kampus yang bekerja sama dengan komunitas-komunitas setempat untuk mempublikasikan mengenai Green Transportation. Yang keempat mahasiswa dapat menuangkan pikiran-pikirannya dalam bentuk tulisan seperti essay dan sebagainya atau membuat video dan bekerja sama dengan media massa dalam mempublikasikan mengenai konsep Green Transportation. Masih banyak kegiatan serta inovasi lainnya yang dapat dilakukan oleh mahasiswa dengan kemampuan yang dimiliki untuk mengaplikasikan konsep Green Transportation, namun semua hal tersebut tidak akan dapat terealisasi apabila tidak terdapat kesadaran dan kepedulian yang tinggi dari dalam diri mahasiswa tersebut.
Sebagai mahasiswa dan masyarakat sipil terpelajar apabila kita sudah mengetahui apa saja permasalahan transportasi dan sadar akibatnya di kehidupan yang akan datang maka sebaiknya memberikan dukungan demi terealisasinya konsep Green Transportation. Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah dengan membiasakan diri dengan transportasi ramah lingkungan walaupun cukup sulit pada awalnya namun seiring dengan berjalannya waktu akan dapat berjalan dengan baik karena suatu langkah yang besar dimulai dari langkah-langkah kecil terlebih dahulu. Kebijakan yang telah dan akan dikeluarkan pemerintah untuk mengatasi permasalahan transportasi tidak akan terealisasi dengan baik apabila kita yang menjalaninya tidak sesuai dengan keadaan semestinya. Dengan pengetahuan dan pemahaman akan Green Transportation serta kesadaran mengenai permasalahan transportasi berakibat buruk untuk kehidupan manusia maka satu hal yang harus kita semua jawab, “Apakah kita mau mencoba mengatasi permasalahan ini atau kita mau membiarkan semua masalah ini semakin besar nantinya?”

June 27, 2012

Improvement and Changes

Perubahan merupakan sesuatu hal yang secara sadar maupun tidak sadar akan kita alami pada kehidupan kita dalam waktu-waktu tertentu. Perubahan dapat terjadi ke arah yang positif ataupun ke arah yang sebaliknya. Seperti yang dikatakan pada Teori Evolusi Darwin, manusia mengalami tahapan-tahapan perubahan dalam kehidupannya (hehe ga nyambung)

Berbicara mengenai perubahan, sampai sekarang gue telah mengalami bayak perubahan-perubahan semenjak menginjak bangku perkuliahan di ITB pada tahun 2010 hingga sekarang sudah menyelesaikan semester 4 tingkat 2 di jurusan Planologi. Di ITB, kata kaderisasi dan himpunan sudah tidak asing di telinga mahasiswanya. Hari pertama masuk kuliah bahkan kita langsung menjalani yang namanya rangkaian kaderisasi terpusat ITB yang entah namanya OSKM, PROKM, atau INKM. Seluruh mahasiswa baru ITB mendapatkan materi-materi mengenai kemahasiswaan, budaya kampus, dan sebagainya. Hal tersebut merupakan tahap awal kaderisasi di ITB. Tahapan kaderisasi selanjutnya yaitu kaderisasi fakultas yang bertujuan uuntuk mengenalkan jurusan dan mengenalkan sedikit mengenai himpunan yang terdapat di dalamnya. Kemudian kaderisasi untuk memasuki himpunan alias osjur(ospekjurusan) yang merupakan kaderisasi untuk membentuk kader-kader yang sesuai dengan tujuan himpunan itu sendiri yang nantinya akan menjadi penerus berjalannya himpunan. Osjur ini pada output akhirnya kader-kader yang menjalaninya akan diturunkan nilai-nilai dan budaya yang dimiliki himpunan tersebut. Rangkaian kaderisasi yang disebutkan tadi merupakan kaderisasi formal yang ada di ITB

Selanjutnya setelah memasuki himpunan, banyak yang berpikir bahwa telah selesai kaderisasi yang harus dijalani namun hal tersebut salah. Walaupun tidak secara formal dikader, namun kita menjalani rangkaian kaderisasi informal baik di himpunan masing-masing dan juga di KM-ITB seperti menjalani kepanitiaan terpusat dan di himpunan serta menjalani proker divisi yang ada di himpunan. Kemudian tahap kaderisasi informal selanjutnya yaitu menjadi pengkader yang akan menurunkan nilai-nilai pada kaderisasi formal yang akan dijalani oleh mahasiswa baru selanjutnya. Hingga tahap kaderisasi selanjutnya yaitu menjadi penjaga nilai-nilai himpunan dan juga ITB. 

Kaderisasi di ITB menjadi salah satu hal yang paling mempengaruhi perubahan yang ada pada diri saya higga saat ini. Setelah menjalani rangkaian kaderisasi di ITB selama 2 tahun ini saya telah mengalami banyak perubahan baik pemikiran dan juga tindakan. Kalau kita kembali berkaca kepada saya saat baru memasuki lingkungan kampus ITB saya masih memikirkan diri sendiri dan cenderung egois dalam mengambil keputusan. Namun apabila dibandingkan dengan sekarang, saya sudah lebih peduli dengan lingkungan sekitar dan juga lebih menghargai waktu yang dimiliki dengan menjalani aktivitas sebaik-baiknya dan dapat mengambil keputusan yang telah dipikirkan dengan baik-baik. Tapi di luar hal tersebut saya masih perlu banyak belajar dan mengambil manfaat sebanyak-banyaknya dan memberi manfaat kepada orang lain dengan kemampuan yang saya miliki.

Hingga sekarang saya sudah mencapai tahap kaderisasi informal dan belajar untuk menurunkan nilai kepada adik-adik yang juga nantinya menurunkan nilai ke mahasiswa baru. Kalau kita lihat secara gambaran umum tadi ternyata di ITB ga cuma belajar akademik saja namun kita juga belajar dari segi kemahasiswaan dan berorganisasi. Banyak manfaat yang dapat kita ambil dari mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.  

Walaupun ada beberapa yang berpikiran sebagai mahasiswa tugas kita itu belajar belajar dan belajar (akademik), tapi menurut saya tugas mahasiswa itu belajar belajar dan belajar (seluas-luasnya) dan ambil serta berikan manfaat sebanyak-banyaknya baik kepada diri sendiri maupun kepada orang lain

"Dengan berpikiran seperti itu maka saya simpulkan bahwa selama bangku perkuliahan ini silahkan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dengan melakukan banyak kegiatan yang bermanfaat karena segala hal yang kita lakukan itu tidak ada yang sia-sia"

December 23, 2011

Sepenggal Kisah MPAB 2010

MPAB (Masa Penerimaan Anggota Biasa) merupakan ospek jurusan planologi ITB untuk memasuki HMP PL ITB (Himpunan Mahasiswa Planologi Pangripta Loka ITB). MPAB tahun ini berbeda dengan MPAB sebelum-sebelumnya karena terdiri dari dua fase. Fase 1 merupakan masa-masa dimana kita diberikan pembekalan calon anggota dengan mendapatkan materi dari senior-senior yang sudah berpengalaman serta bertujuan untuk mengetahui mengenai HMP, seperti asas, tujuan, AD/ART, Badan Pengurus, Dewan Perwakilan Anggota, Rapat Anggota, dan lainnya. Fase 2 itu tahap implementasi dari apa yang telah kita dapatkan selama MPAB fase satu dengan tujuan agar anggota muda mengetahui bangaimana rasanya ber-HMP sebelum nantinya mantap memilih HMP untuk beraktivitas.

Menurut gue MPAB beda banget dengan osjur-osjur pada umumnya di ITB. Di MPAB kita bener-bener dikasih pilihan untuk himpunan atau tidak. HMP tidak memaksakan keinginan seseorang dan setiap orang bebas memilih prioritasnya. Kami tidak diajarkan kebersamaan yang bodoh dalam menjalani MPAB ini dan kami semua menyadari kalau semua orang memiiki hak dan keinginannya masing-masing. Tugas kita di sini sebagai taman dan keluarganya yaitu membantu dalam memilih apa yang menjadi keinginannya dan terus mendukung apapun yang terjadi baik dan buruk kedepannya. 

Banyak manfaat yang gue peroleh sebagai individu maupun sebagai satu angkatan selama keberjalanan MPAB. Kami yang pada awalnya belum mengenal akhirnya dapat mengenal satu sama lain dan jadi makin dekat. Kemudian kami yang tadinya apatis menjadi peduli dengan angkatan, dan masih banyak lagi perubahan-perubahan yang kami alami. Kami yang tadinya hanya memikirkan kuliah dan main sekarang jadi peduli dengan masalah-masalah sekitar, kemudian kami juga jadi lebih matang dari segi pemikiran kami dan menjadi lebih terbuka dalam mengemukakan pendapat.

Menurut apa yang telah gue rasakan sekarang, manfaat MPAB dua fase sangat banyak, terutama saat kami satu angkatan planologi 2010 telah dilantik menjadi anggota HMP. Kami menjadi tidak canggung lagi untuk berkumpul dengan senior-senior sehingga dapat bekerja sama dengan baik. Hal tersebut dikarenakan masa-masa canggung telah dilewati pada saat fase 2. Kemudian kami juga menjadi lebih mengerti apa yang harus dilakukan saat di HMP karena pada saat fase 2 kami telah mengetahui lebih jauh dan menjalani beberapa proker serta mengenal lebih jauh mengenai Badan Pengurus HMP.

Selama sekitar 1 bulan kami telah dilantik menjadi Anggota Biasa HMP, gue melihat beberapa perubahan dari teman-teman planologi 2010. Gue saat ini magang di divisi MSDA melihat bahwa teman-teman yang sedang magang di divisinya masing-masing memiliki perubahan baik dalam pola pikir maupun tindakan. Anak-anak divisi kesenatoran, yang tadinya tidak peduli permasalahan sekitar menjadi lebih kritis dalam menanggapi masalah-masalah yang ada di sekitar. Lalu anak-anak divisi internal, yang tadinya ke sekre cuma buat ngerjain tugas kuliah atau main-main sekarang jadi selalu kumpul buat persiapan Pesta Bersinar dan juga makin deket satu sama lainnya. Terus anak-anak divisi senior juga yang tadinya jarang ke sekre jadi sering ke sekre dan jadi lebih berbaur dengan yang lainnya. Masih banyak perubahan-perubahan yang gue rasakan dari temen-temen semua. Walaupun ada beberapa temen yang kelempar pilihannya untuk magang kali ini, tapi kalo gue liat semuanya udah mau berusaha yang terbaik dari diri mereka buat HMP. 

Walaupun kita udah 1 bulan dilantik, tapi ini merupakan awal kita dalam beraktivitas dan berkontribusi di HMP. Masih banyak hal-hal yang akan kita lakukan untuk HMP dan itu butuh perjuangan yang ga sedikit dari kita. MPAB cuma fasilitator untuk kita agar kita lebih siap untuk ber-HMP kedepannya. Yang menentukan kita berhasil atau tidak nantinya adalah diri kita sendiri. Jangan pernah mikir bahwa kita mau biasa-biasa aja di HMP, buktikan bahwa kita semua BISA membuat HMP berprestasi.

Semerah darah sebening air mata
Itu semboyan Kita
Majulah maju pantang menyerah
Sebelum kita menang! kita menang!
Ingatlah selalu akan tugas wajibmu
Tetap insyaf dan sadar
Junjunglah selalu kebanggaan kita
Pangripta Loka tetap jaya!
HMP! HMP! HMP!

December 22, 2011

Udah lama banget gue ga berceloteh di blog. Hal itu disebabkan oleh banyak kendala yang gue alami. Faktor utamanya yaitu karena di kostan gue GA ADA INTERNET , yang berikutnya karena sibuk kuliah *gaya bgt* dan yang terakhir karena emang males hehe. Nah sekarang mumpung gue lagi bisa internetan dan lagi ga sibuk mari kita berceloteh sedikit mengenai kehidupan perkuliahan gue selama semester 3 ini. Ada beberapa kisah yang mau gue cerita seperti perkuliahan tingkat 2, MPAB alias osjur, dan HMP PL ITB (Himpunan Mahasiswa Planologi Pangripta Loka ITB). Begini ceritanya:



TINGKAT II PLANOLOGI ITB

Setelah belajar setahun penuh TPB, akhirnya kami semua ITB 2010 memiliki jurusan masing-masing. Saya termasuk salah satu orang yang masuk dalam jurusan Planologi. Planologi apaan sih? 
Plan(t): Mempelajari tentang tumbuhan? OH NOOOO BUKAN ITU
Planologi mempelajari planet bukan sih? WAH itu Astronomi Mbak
Mungkin planologi itu mirip-mirip psikologi kali ya? ASUMSI BERLEBIHAN

Oke jawaban anda semua salah. Yang bener itu planologi adalah ilmu yang mempelajari perencanaan wilayah dan kota. Planologi merupakan multi disiplin ilmu. Banyak hal-hal yang dipelajari seperti kependudukan, sosial, kebijakan, hukum, lahan, pembangunan, ekonomi, dan lain-lain. Saat ini jurusan planologi masih asing di telinga masyarakat, mungkin karena jenis pekerjaannya yang terlalu luas, tidak seperti jurusan yang pada umumnya sudah jelas akan berkarir dimana layaknya dokter, akuntan, atau arsitek. Sejujurnya saat ini saya juga masih dalam proses mencari apa yang ingin saya lakukan nantinya dan juga saat ini saya ingin mengetahui lebih jauh mengenai jurusan planologi. Tapi jujur sampai saat ini saya menyukai apa yang dipelajari di jurusan ini dan semoga kedepannya akan semakin baik.

Di tingkat 2 ini ada 7 mata kuliah yang saya pelajari:
1. Pengantar Data Spasial
   Pada mata kuliah ini kita mempelajari mengenai perpetaan, manfaat serta kegunaannya dalam perencanaan wilayah dan kota.
2. Metoda Analisis Perencanaan
  Pada mata kuliah ini kita memperlajari statistika, jenis-jenis metoda, cara menggunakannya, serta interpretasi terhadap perencanaan wilayah dan kota.
3. Tata Guna Lahan
    Pada mata kuliah ini kita mempelajari mengenai kegunaan lahan, nilai lahan, hukum-hukum yang terkait, serta manfaat dan kegunaannya dalam perencanaan wilayah dan kota.
4. Analisis Sosial dan Kependudukan
    Pada mata kuliah ini kita mempelajari mengenai kependudukan, sejarah, faktor-faktor yang mempengaruhi, cara menghitungnya dan menganalisisnya, serta interpretasi terhadap perencanaan wilayah dan kota.
5. Infrastruktur Wilayah dan Kota
  Pada mata kuliah ini kita mempelajari mengenai infrastruktur, jenis-jenisnya, permasalahan yang ada dan analisis terhadap perencanaan wilayah dan kota. 
6. Pengantar Ekonomika
    Pada mata kuliah ini kita mempelajari mengenai dasar-dasar ekonomi makro dan mikro, manfaatnya, serta kegunaannya dalam perencanaan wilayah dan kota.
7. Analisis Sumber Daya Alam dan Lingkungan
    Pada mata kuliah ini kita akan mempelajari mengenai sumber daya alam yang ada di lingkungan sekitar kita serta mengaitkannya dengan perencanaan wilayah dan kota agar dalam merencanakan sesuatu tidak merusak lingkungan dan membahayakan makhluk hidup.

Ada yang bilang tingkat 2 planologi itu pengenalan mengenai planologi dan baru diberikan hal-hal mendasar terkait dengan perencanaan wilayah dan kota. Memang mungkin sebagian besar dari kami masih belum terlalu paham akan planologi itu sendiri, namun keilmuan ini menurut saya sangat bermanfaat untuk diri kita dan juga ilmu yang kita pelajari dapat diaplikasikan langsung dalam kehidupan kita.

Masih banyak waktu untuk kita semua mempelajari akan keilmuan yang kita jalani saat ini. Maka dari itu pelajarilah dengan serius dan ambil manfaat sebanyak-banyaknya dari apa yang kita pelajari sehingga pada akhirnya kita dapat menyelesaikan masalah-masalah yang ada di dunia saat ini dengan menggunakan ilmu yang telah kita dapatkan. Perjalanan kita masih panjang kawan. Tingkat 2 ini hanya merupakan titik awal dalam mencapai mimpi-mimpi besar yang sedang menanti untuk dicapai dengan usaha terbesar kita.